Rabu, 15 Oktober 2008

ALEX NOERDIN GUBERNUR SUMSEL DARI SUKU DAN MARGA GUMAY LAHAT






















Alex Bukan Jeme Lain, Tapi Jeme Gumay
Lahat, BP


Di atas adalah gambar rumah limas, Kota palembang dan suasana di Lahat Sumsel.

foto paling bawah adalah foto kampnye alex noerdin

Di tengah kesibukannya mengunjungi sejumlah daerah di Sumsel, H Alex Noerdin menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Jurai Kebale’an di Desa Endikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Rabu (6/8). Dalam silaturahmi, Alex didampingi istri Hj Eliza Alex, beserta keluarga dan kerabat dari Sekayu dan Palembang.

Rombongan Alex disambut langsung oleh Jurai Kebale’an, Faisal dan keluarga, serta perangkat-perangkat Jurai Kebale’an seperti para Jurai Tue dan Mimbar. Sebagai komunitas hukum adat Gumay Talang, turut serta dalam penyambutan unsur-unsur pemerintahan desa se-Kecamatan Gumay Talang, seperti para kepala desa, tokoh pemuda, dan karang taruna, serta tokoh masyarakat lain.

“Pak Alex datang bukan tandang sedekah, tetapi balek sedekah. Sebab, Pak Alex bukan jeme lain, tetapi memang jeme Gumay,” kata perwakilan keluarga Jurai Kebale’an, Jhonson SE.

Menurut Jhonson, sebagian besar desa-desa di Lahat adalah keluarga Gumay. Alex sendiri adalah keluarga dari almarhumah Ibunda Tjik Ya yaitu ibu kandung dari Amiraden Iskandar Rumsyah Amasin, Jurai Kebale’an ke XXVI. Ibunda Tjik Ya berasal dari Empat Lawang. Dari tataran keluarga, Ibunda Cik Ya adalah keluarga dekat ayahanda Alex, almarhum Noerdin Pandji.

Jhonson menambahkan, bagi keluarga di rumah, Alex adalah keluarga Jurai Kebale’an. Hubungan keluarga ini tidak saja dari orangtua Alex, tetapi dari hubungan perkawinan di antara keluarga Jurai Kebale’an.

Almarhum Haji Marasin bin Pare, mantan Pasirah Muara Danau, Empat Lawang, adalah adik kandung Amasin bin Pare, Jurai Kebale’an XXV. Haji Marasin hijrah menyusul keluarga dan kerabat Gumay yang lebih dahulu menetap di daerah Lintang.

Istri Haji Marasin adalah keluarga dekat almarhum Noerdin Pandji, ayah Alex. Jadi, bagi keluarga Jurai Kebale’an, kedatangan Alex adalah keluarga yang balek ke rumah. “Pak Alex memanggil orangtua kami dengan sebutan wak. Pak Alex jelas jeme kite asli,” ungkap Jhonson.

Sementara itu, H Alex Noerdin mengatakan, sangat senang kalau dianggap sebagai keluarga oleh Jurai Kebale’an. Dia pun meminta maaf karena selama ini jarang bertamu karena banyaknya kesibukan yang harus dijalani.

Dalam kesempatan tersebut, Alex memberitahukan kepada Jurai Kebale’an serta keluarga besar dan kerabat Gumay, bahwa dia akan maju mengikuti Pemilukada Sumsel, 4 September mendatang. “Untuk itu, saya mohon restu dan doa dari Jurai Kebale’an beserta Keluarga dan kerabat Gumay di Sumsel, kiranya pencalonan menjadi Gubernur Sumsel dapat dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Alex.



Alex di Muaraenim

Sementara itu, dalam lanjutan safari silaturahminya, Alex Noerdin dan rombongan, Rabu (6/8) juga berkunjung ke Muaraenim. Puluhan ribu warga di daerah ini sejak pagi hari, tampak menunggu kedatangan Sang Pelopor Sekolah dan Berobat Gratis, H Alex Noerdin. Tak pelak, lapangan sepakbola yang biasa disebut Lapangan Saringan di Kecamatan Lawang Kidul berubah menjadi lautan manusia.

“Pak Alex siapa yang punya? Pak Alex siapa yang Punya? Pak Alex siapa yang punya? Yang punya kita semua,” teriak warga tanpa henti menyambut kedatangan Alex.

Tokoh masyarakat Muaraenim H Mat Hudin menyebutkan, kehadiran Pak Alex jelas jadi momen membahagiakan bagi warga Lawang Kidul. Sebab, sudah sejak lama warga di sini ingin melihat pemimpin yang terkenal dengan program Sekolah dan Berobat Gratis tersebut.

Bukti kalau program yang diciptakan Alex di Muba benar adanya, salah satu warga Muaraenim, Joko maju ke atas panggung dan bercerita. Dia menceritakan bagaimana dua anaknya yang bersekolah di Muba sama sekali tidak pernah membayar uang sekolah.

“Slogan yang ditempel di poster, baliho, dan spanduk Pak Alex memang benar adanya. Anak saya di Muba dapat berobat dan sekolah gratis,” ungkap Joko disambut tepuk tangan meriah warga.

Alex sendiri dalam sambutannya meminta maaf kepada warga karena sampai saat ini belum bisa membuktikan secara nyata program yang telah berhasil ia jalankan di Muba. “Kalau ibu-ibu dan bapak-bapak memberikan kepercayaan, insya Allah Program Sekolah dan Berobat Gratis akan segera terwujud di Sumsel. Saya bersama H Eddy Yusuf hanya perlu waktu satu tahun sejak dilantik untuk mewujudkannya. Kalau gagal, kami berdua bersedia mundur,” ujar Alex. /ron